Blog

Tips Merancang Open Kitchen

Tips Merancang Open Kitchen

Konsep dapur terbuka atau disebut open kitchen merupakan salah satu bentuk aktualisasi dari gaya hidup masa kini. Aktivitas memasak tak lagi dilakukan di dalam ruang tertutup, tetapi bisa dilakukan sejalan dengan aktivitas lain seperti menonton Tv atau bercengkrama dengan keluarga.

Fenomena ini diikuti pula oleh tren desain dapur yang cenderung bergeser penempatannya yaitu berada di antara ruang komunal, bahkan ditata tanpa sekat dengan ruang-ruang lainnya seperti ruang makan, ruang duduk ataupun teras. Tidak ada lagi istilah dapur kotor dan dapur bersih. Dapurnya hanya satu yang digunakan untuk beragam kegiatan yang berkaitan dengan memasak dan persiapan makanan.

Tentu saja dengan perubahan konsep dan paradigma open kitchen tersebut, akan muncul beberapa penyikapan yang perlu dipahami, khususnya dalam hal kebersihan ruangan, estetika, dan yang paling utama kenyamanan. Karena kegiatan memasak memiliki karakter berbeda dengan kegiatan komunal lainnya. Berikut ini adalah tips menata open kitchen.

Efisiensi Alur Ruang
Buatlah skema alur ruang sesuai dengan tiga tahapan memasak yakni membersihkan, meracik, dan memasak. Atur jarak antar area untuk memudahkan mobilitas selama beraktivitas di dapur. Dengan demikian, pekerjaan memasak menjadi lebih efisien. Jika lahan yang tersedia cukup luas, Anda bisa menambahkan meja Island yang bisa difungsikan menjadi storage sekaligus meja makan.

Tips Merancang Open Kitchen

Pembatas Ruang
Ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk memberi pembatas antara area dapur dan ruang lainnya. Misalnya dengan ‘mewarnai’ dapur dengan warna yang berbeda dari ruang lainnya. Aplikasi warna bisa ditampilkan melalui finishing dinding dan lantai, atau warna pada finishing lemari kabinet.
Alternatif lainnya adalah membuat partisi berupa dinding kaca. Kehadiran dinding kaca dapat mengurangi polusi suara ataupun bau dari aktivitas memasak, sehingga kenyamanan di ruang lainnya tetap terjaga tetapi Anda tetap bisa melihat aktivitas di ruang lainnya.

Material Yang Tepat
Aktivitas memasak rentan menimbulkan noda dan kotoran yang membandel. Oleh sebab itu, pilih material penutup dinding, lantai serta dinding backsplash yang mudah dibersihkan. Misalnya menggunakan keramik sebagai penutup lantai atau solid surface pada permukaan top table.
Sebaiknya hindari pemakaian kayu atau bahan laminate yang mudah terbakar, terutama pada area di sekitar kompor. Kebersihan di area dapur tak hanya mempengaruhi kenyamanan di area tersebut saja, tetapi juga ruang-ruang lain di sekitarnya.

Pencahayaan
Pastikan area dapur memiliki pencahayaan yang cukup. Jika tak memungkinkan membuat bukaan untuk pencahayaan alami, tempatkan beberapa titik lampu dengan cahaya warna putih di plafon. Anda juga bisa menempatkan lampu di balik plafon gantung untuk menciptakan efek bias yang cantik.

Tempat Penyimpanan
Buatlah kabinet atas, kabinet bawah, meja kerja, dan rak-rak dapur berupa furnitur built in yang bentuk ataupun ukurannya telah disesuaikan dengan ruang yang tersedia (space saving). Tempatkanlah barang berdasarkan jenis kegiatan. Misalnya, peralatan memasak (panci, penggorengan, dan lain-lain) ditempatkan berdekatan dengan area memasak dan kompor. Adapun bahan logistik (bumbu-bumbu, minyak, dan sayuran) ditempatkan berdekatan dengan kitchen sink dan kulkas.

Royal Kitchen Set
Agar open space kitchen Anda maksimal, gunakan kitchen set dengan material berkualitas. Royal Kitchen terbuat dari material pilihan dan dibuat melalui pengawasan ketat sehingga mutu dan kualitasnya lebih terjaga. Selain itu, Royal Kitchen memiliki banyak variasi desain yang dapat mengikuti bentuk area dapur, sehingga dapat mempercantik dapur Anda. Dengan desainnya yang modern dan elegan, Royal Kitchen mampu memberikan nuansa berbeda pada dapur Anda.

Sumber: www.majalahasri.com, www.dbo.co.id

Leave us your thought

(start with http://)

css.php
Skip to toolbar